Header Ads

Konservasi Cerita: Sekolah di Tengah Udara yang Berbahaya

Catatan Kuratorial

Sekolah di Tengah Udara yang Berbahaya

Kabut asap tidak hanya mengubah warna langit. Ia mengubah cara anak-anak belajar, cara guru berangkat ke sekolah, cara orang tua mengambil keputusan, dan cara sebuah kota menjalani hari-harinya.

Enam cerita dalam arsip ini merekam perjalanan itu.

Dimulai dari pagi ketika langit berubah seperti senja, berlanjut pada sekolah-sekolah yang harus memindahkan pembelajaran ke rumah, anak-anak yang kehilangan ruang belajar bersama, hingga mereka yang tetap berusaha menjalankan pendidikan di tengah udara yang tidak lagi aman.

Cerita-cerita ini dikumpulkan bukan semata untuk mencatat kapan sekolah diliburkan atau kapan pembelajaran tatap muka dimulai kembali. Ia disimpan untuk mengingat bagaimana sebuah generasi mengalami kabut asap.

Sebab ketika udara kembali jernih, peristiwa itu mungkin segera lewat dari pemberitaan. Tetapi pengalaman orang-orang yang menjalaninya tidak seharusnya ikut hilang.

Arsip Konservasi Cerita Berdjeda Institute, September 2026


1. Ketika Pagi Menjadi Senja [KLIK JUDUL]

2. Sekolah di Tengah Udara yang Berbahaya [KLIK JUDUL]

3. Kabut Asap, Dua Minggu Belajar dari Rumah [KLIK JUDUL]

4. Di Tengah Asap Mereka Memilih Melawan [KLIK JUDUL]

5. Sebagian Sekolah di Banjarmasin Kembali Tatap Muka, Mayoritas Masih PJJ [KLIK JUDUL]

6. Hari Ini, Sebagian Anak Kembali ke Sekolah, Udara Masih Jadi Syarat [KLIK JUDUL]

close
pop up banner