Header Ads

Mencari Bingka Banjar di Google Maps

Ada hal yang cukup menarik ketika kita iseng mencari kata “bingka” di Google Maps. Di Kota Banjarmasin, makanan yang selama ini kita kenal dari pasar, toko kue, Ramadan, oleh-oleh, atau dari rumah orang tua itu ternyata sudah meninggalkan cukup banyak jejak di peta digital.

Rupanya, para pembuat bingka juga sudah mulai melek digital marketing dan tentu saja ini menjadi sebuah fenomena yang menarik.

Dari penelusuran yang kami lakukan pada September 2026, ditemukan sekitar 20 titik usaha yang berkaitan dengan bingka di wilayah Kota Banjarmasin. Nama-namanya beragam. Ada yang memang menggunakan kata bingka sebagai nama usaha, ada yang memakai nama pemilik atau keluarga, ada yang berbentuk rumah produksi, dan ada pula toko kue yang menjual bingka sebagai salah satu produknya.

Beberapa nama yang muncul antara lain Bingka Borneo Ibu Hj. Masturiah, Bingka Bunda, Bingka Thamrin, Rumah Produksi Bingka H. Thambrin Salon, Bingka Iva, Bingka Kuin, Bingka Rodhi Kuin, Bingka Hartati, Bingka Bakar Nyonya L, DapuR Bingka, Bingka Berandam Rania, Bingka Berandam Luluthalibb, Bingka Umbui, Bingka Rohali, Bingka Alifwansa dan Kurnia Rasa. 

Nama-nama tersebut tersebar di beberapa bagian kota, dari Banjarmasin Utara, Selatan, Timur, Barat hingga kawasan pusat kota. Walaupun ditemukan 20, itu bukan berarti Banjarmasin hanya memiliki 20 penjual bingka. Google Maps bukan sensus dan tidak semua pembuat bingka memiliki toko atau mendaftarkan usahanya ke dalam peta digital. Ada kemungkinan banyak usaha rumahan yang tidak muncul dalam pencarian. Sebaliknya, ada pula titik yang tercatat di Google Maps tetapi informasinya tidak lagi diperbarui. 

Karena itu, angka tersebut lebih tepat dibaca sebagai jumlah titik yang dapat ditemukan melalui penelusuran digital, bukan jumlah keseluruhan penjual bingka di Banjarmasin. Google Maps, tanpa direncanakan sebagai arsip kebudayaan, ikut menyimpannya.

Bayangkan beberapa tahun lagi sebuah toko sudah tidak ada. Rumah produksi pindah. Pemiliknya berhenti membuat bingka. Papan namanya dicopot dan tempatnya berganti fungsi. Bisa jadi orang yang ingin mengetahui bahwa usaha itu pernah ada hanya menemukan bekasnya di internet. Sebuah nama, sebuah alamat lama, beberapa foto dan catatan dari orang yang pernah datang. Itulah mengapa hal seperti ini menarik untuk dicatat sekarang, ketika semuanya masih berlangsung.

Banyak usaha bingka telah berjalan selama puluhan tahun dan sebagian diwariskan dalam keluarga. Pada Ramadan 2026, misalnya, masih ditemukan penjual yang menjalankan usaha bingka secara turun-temurun sejak 1981. 

Google Maps tentu saja tidak bisa menceritakan semuanya. Untuk mengetahui hal-hal lebih detil, kita tetap membutuhkan orang, ingatan dan cerita. Tetapi peta digital memberikan sesuatu yang lain: sebuah potret keadaan pada satu waktu.

Pada September 2026, ketika kata “bingka” dicari di Google Maps, ada nama-nama usaha yang muncul di berbagai bagian Banjarmasin. Daftar ini tidak dibuat untuk menentukan siapa penjual bingka terbaik di Banjarmasin. Rating dan ulasan pelanggan juga tidak digunakan untuk menilai usaha-usaha tersebut. 

Catatan penelusuran: Penelusuran dilakukan melalui Google Maps pada September 2026 dengan kata kunci yang berkaitan dengan bingka di wilayah Kota Banjarmasin. Daftar yang ditemukan bukan sensus seluruh penjual atau produsen bingka. Informasi pada Google Maps dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk nama usaha, alamat, status usaha dan keberadaan sebuah titik. Titik yang berada di luar wilayah administratif Kota Banjarmasin tidak dihitung dalam penelusuran ini.

close
pop up banner